Ceritaku 1

        Saya bukan dari jurusan psikologi atau apa pun itu.  Tapi disini saya hanya ingin share mengenai kondisi seseorang "Anak-anak" jika selalu disalahkan secara terus menerus atas apa yang ia lakukan.          Sebenarnya mungkin konteks nya itu bukan di salahkan tapi menasehati secara terus menerus dengan ekspresi seperti memarahi. Mungkin hal ini sering terjadi pada orang tua yang menasehati anak-anaknya. Saya bukan ingin menjudge mengenai cara mendidik anak - anak.          Suatu hal wajar jika orang tua  menasehati anak-anaknya dengan maksud agar hal/kejadian tersebut tidak terulang kembali. Tapi apakah wajar jika ketika setiap kesalahan yang anak lakukan harus selalu dinasehati?... Apakah nantinya tidak akan membuat anak itu malah takut atau malah semakin berani dalam melakukan sesuatu?.... .
   Kebetulan saya pernah mengajar di sebuah TK kurang lebih saya mengajar 3/4 bulan disana. Disaat sedang KBM (Kegiatan Belajar Mengajar). Saya terkadang memperhatikan karakter dari para murid saya ini. Ada yang aktif dan ada yang pasif. Atau kalau di psikologi sering disebut dengan ekstrovert dan Introvert.
       Aktif disini saya artikan ke dalam 2 hal yang pertama aktif bertanya ketika sedang belajar maupun berinterkasi dengan teman-temannya istilahnya mau bersosialisasi. Yang kedua aktif dalam menjahili temannya,selalu minta perhatian lebih dari gurunya dan perlu sedikit motifasi dalam belajar, tapi anak ini sebenarnya punya kecerdasan yang luar biasa.
      Pasif pun saya artikan ke dalam 2 hal yang pertama si anak ini mampu untuk mencerna pelajaran dengan baik, dan mampu berusaha bertanya kepada guru dan temannya ketika ada pelajaran yang belum ia mengerti walaupun dengan malu-malu dan suara yang sangat kecil. Pasif yang kedua yaitu ketika dalam belajar ia perlu waktu untuk mencerna pelajaran, dan malu-malu ingin bertanya sehingga dia lebih cenderung diam saja dan hal ini sangat perlu bimbingan khusus dari guru maupun orang tuanya. 
    Saya juga menemukan anak yang sebenarnya dia aktif, cerdas dan berani hanya saja saya sering melihat dia duduk  sendirian melihat teman-temannya yang lain bermain. Awalnya saya pikir mungkin dia sedang tak enak badan karena yang saya tau kalau anak-anak yang tadinya aktif kemudian diam menurut saya ada 2 kemungkinan dia sakit atau dia sedang kecapean.
    Hari selanjutnya pun sama ia seperti itu. Karena saya penasaran saya mencoba bertanya kepada dirinya awalnya dia seperti tak mau bercerita. Dan akhirnya setelah beberapa hari kemudian, dia bercerita kepada saya, kalau dia sering mendapat nasehat dari orang tuanya agar jangan bermain yang berlebihan karena nanti takut jatuh, nanti kalau jatuh berdarah dan sebagainya. Dan itu membuat dia takut untuk bermain, dan lebih memilih diam dan melihat teman-teman yang lainnya bermain.
     Mungkin terkadang orang tua pun terlalu takut ketika anaknya terluka, hanya saja pemikiran anak dan orang tua jauh berbeda. Orang tua tau apa yang dibutuhkan anak tapi tak tau apa yang diinginkan anak nya. Anak tau apa yang orang tua harapkan dan tau dan paham harus seperti apa melakukannya tapi jika selalu dilarang atau di nasehati ini itu ini itu. Bagaimana anak akan berkembang dan tau mana yang benar dan mana yang salah. Mana yang boleh dan mana yang tidak. Orang tua sering mengharapkan anak nya tumbuh menjadi anak yang mandiri,percaya diri, dan disiplin. Tapi tak membiarkannya menyelesaikan permasalahan kecil dalam hidupnya. Bagaimana anak bisa mengeksplor kemampuan dalam dirinya. Jangan salahkan pula jika ada anak yang tadinya dia baik,cerdas,budi pekertinya baik tiba-tiba berubah jadi anak yang dalam tanda kutip " Nakal". 
      Sekali lagi saya tak menyalahkan cara mendidik orang tua kita, tidak sama sekali.  Saya hanya ingin berbagi kepada teman-teman pembaca. Ini hanyalah contoh kecil dari kehidupan sehari-sehari yang sering saya lihat di sekitar kita.

Jika ada kesalahan atau kekeliruan dalam tulisan saya ini. Mohon di maaf kan. Dengan segala kekurangan saya. Saya mohon maaf.

Komentar